Field Trip to Thailand 2015

Explore Knowledge and Get Experience From the Journey:
Thailand, December 3-6, 2015
oleh :
Budi Mustafa Husein
Mahasiswa TEP Semester V

Mengapa ke Thailand?          
Sungguh mengesankan ketika kami berhasil menuntaskan petualangan selama empat hari di Kota Bangkok dan sekitarnya.  Walau dengan pengaturan yang serba irit alias low budget  kali ini, kami bersama teman-teman mahasiswa angkatan 2013 merasa bersyukur dapat menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan field trip yang diwajibkan oleh kurikulum pendidikan di Program Studi Teknik Pertanian (TEP), Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana.  Kami bangga, karena field trip ke luar negeri merupakan hal yang baru pertama kalinya. Walaupun menjelang persiapan, sempat terdengar kabar menghebohkan di koran tentang rencana serupa, niat kami tak surut. Diskusi-diskusi dalam pembelajaran di kelas selama ini terkait pertanyaan mengapa Thailand bisa menguasai pasar buah-buahan tropis di negara-negara Eropa dan pertanyaan apa yang harus mahasiswa lakukan dalam menghadapi era MEA (Masyarakat Ekonomi Asia), rasanya sebagaian besar sudah terjawab.  Pilihan Thailand bukanlah semata-semata dikarenakan biayanya yang lebih terjangkau, melainkan ingin memahami keadaan suatu negara yang surplus pangan. Selain itu, di negeri ini   kita dapat mempelajari tentang peran  sektor pertanian yang bersinergi  dengan pariwisata dalam pembangunan ekonomi negara dan   masyarakatnya.  Penerapan ilmu-ilmu  teknologi pertanian dari hulu hingga hilir benar-benar terlihat nyata, berhasil dan berdaya guna menjadi pemicu aktivitas kewirausahaan.  Cara pedagang kaki lima Thailand mengemas dan menyuguhkan hasil-hasil pertanian segarnya kepada konsumen, suatu hal yang patut ditiru dan perlu dikembangkan.


Dimulai dari Kasetsart University
Berkunjung ke Kasetsart Univeristy merupakan salah satu acara penting yang kami sasar. Tentunya kami datang dan diterima di universitas ini tak mungkin tanpa pengawal. Dua orang dosen kami Prof.Ir.Made Anom Sutrisna Wijaya, Ph.D dan Dr.Ir. I Wayan Widia, MSIE, mengawal kegiatan ini sejak tercetus dua bulan lalu hingga berakhir di hari minggu 6 Desember 2015. Selama berada di universitas ini, kami menyimak video presentasi dan penjelasan  yang sangat detail dari Mr. Kittipong Rattanaporn, Ph.D, selalu Associate Dean for International Relations, Faculty of Agro-industry.  Presentasi diawali dari sejarah berdirinya hingga perkembangan terkini dari fakultas ini serta kontribusi yang telah diberikan bagi kemajuan bangsa dan masyarakat Thailand khususnya. Kami sangat tercengang mendengar Kasetsart University bersama Kementrian Padi dan Koperasi telah berhasil menciptakan lebih dari 1600 varietas padi dan hinga kini semuanya masih dibudidayakan oleh para petaninya.  Presentasi balasanpun dilakukan oleh dosenku pak Widia selaku Kaprodi.  Beliau memperkenalkan sekilas tentang sejarah dan perkembangan terkini Agricultural Engineering Departement, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University.  Presentasi diakhiri dengan penawaran kepada Kasetsart untuk bekerjasama dalam bidang students and educational staffs exchange serta future researchs collaboration.  Bila diperbandingkan, kedua presentasi itu terlihat cukup jomblang perbedaannya.  Maklumlah Kasersart bukan saja sebagai universitas negeri tertua tetapi juga terbesar di negara ini.  Meskipun demikian, tak mengecilkan semangat teman-teman kami mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan kepada Mr. Kittipong. Apa yang kami dapat? Informasi tip meraih beasiswa studi lanjut yang disediakan oleh Kasetsart University bagi mahasiswa asing.  Setelah diakhiri dengan penyerahan cindramata oleh kedua belah pihak, kunjungan dilanjutkan ke ruang perpustakaan, ruang perkuliahan, laboratorium dan pabrik mini pengolahan pangan yang ada di areal kampus. 





Foto bersama peserta field trip (2 orang dosen, 14 orang mahasiswa, 1 orang tour leader) didepan gedung Faculty of Agro-industry, Kasetsart University

Keluar kota mengunjungi Air Orchid Farm
Setelah makan siang di Twin Tower Restaurant, perjalanan berlanjut ke Nakhon Pathom ke lokasi sebuah perusahaan agribisnis terkenal,  sekitar satu jam dari pusat kota Bangkok.  Di tempat ini, pengetahuan kami benar-benar terbuka, tentang teknik dan tata kelola penanganan pasca panen produk-produk hortikultura yang baik dan benar.  Kami semakin menyadari betapa pentingnya, pemahaman akan pengetahuan tentang proses fisiologis pasca panen produk hasil-hasil agar penerapan packaging material and technology dapat memberi nilai tambah yang berarti.  Hal ini akan memudahkan bagi aktivitas distribusi dan pemasaran produk.  Sistem delivery yang dirancang baik ini bisa mendukung  usaha ritel maupun pemasaran ekspor.  Di tempat ini, teknik kultur jaringan digunakan untuk  pembudidayaan tanaman Anggrek (Orchid Farm)  untuk memenuhi permintaan eskpor ke India, Vietnam, Singapore dan negara asia lainnya. Apa yang kami lihat ditempat ini benar-benar seperti apa yang kami pelajari sebelumnya di kampus.  Selain karena penerimaan oleh pemiliknya yang ramah dan terbuka berbagi pengetahuan, setelah menyaksikan proses bisnis secara langsung di tempat ini, kami yakin dikemudian hari setelah lulus akan bisa berbuat sesuatu. Setelah diakhiri dengan penyerahan cindramata oleh Kaprodi kami, tak nyangka tour leader kami baik sekali, acara makan malam diajak di Royal Dragon Restaurant.  Sebuah restaurant yang terbesar di dunia (1500 seat, 1200 karyawan) yang ada di Bangkok.  Hitung-hitung sekali makan disini lumayan buat nutup kekurangan gizi satu semester di kampus bukit.

                               
                                                  Foto di lahan Air Orchid


HBD Raja, No-Complain, No-Ngepot 
Satu hal yang sangat istimewa pada kegiatan field trip kali ini,    bertepatan dengan ulang tahun Raja Thailand yang ke-84, yang jatuh pada hari Sabtu, 5 Desember.  Meskipun raja sudah dalam keadaan sakit-sakitan pada usianya sekarang, tak sedikitpun raja kehilangan wibawa dimata rakyatnya.  Gaya kepemimpinan raja yang berkarakter mumpuni ini berhasil meraih kepercayaan dan menjadi panutan di lingkungan pemerintah maupun masyarakatnya. Hal ini terlihat sehari menjelang perhelatan akbar ini, seluruh komponen bangsa yang ada dinegeri ini menyambut dengan meriah sebagai pertanda hormat pada raja. Jalan-jalan protokol tutup, masyarakat dari berbagai kalangan berseragam kaos kuning berbondong-bondong berkumpul diseputaran ibu kota negara sambil mengendarai sepeda. Melihat situasi ini kamipun sepakat berdesak-desakan membeli seragam kaos yang harganya berkisar dari 100-200 bath (1 bath=Rp.400).  Meskipun perhelatan ini punya arti khusus bagi warga setempat, aktivitas kepariwisataan bagi turis asing tidak terganggu.  Kunjungan kami untuk melihat Reclining Buddha Temple (Wat Pho) dan ke Wat Arun, berjalan lancar.


Foto bersama peserta field trip di objek wisata Wat Pho
           Tipikal kemacetan di kota Bangkok mirip dengan Jakarta.  Bedanya, penduduk Thailand terlihat sangat sabar. Tak sekalipun kami mendengar suara klakson mobil sekalipun antrean dimana-dimana terlihat cukup parah.  Nyaris terasa tidak ada yang complain dan tidak ada yang ngepot saling mendahului satu sama lainnya.  Hal ini sangat bertolak belakang dengan prilaku ugal-ugalan sopir Metromini di Jakarta yang kerap kali menghilangkan puluhan nyawa penumpang.  Kesederhanaan, kejujuran, kasabaran dan hormat pada pemimpin adalah ciri budaya masyarakat Thailand yang patut diteladani.  Masih banyak hal lain yang kami dapatkan disekitar kota Bangkok, termasuk berkunjung ke Gems Factory, MBK Mall dan rumah produksi madu.  Suatu hal tidak patut ditiru adalah mengubah fungsi kejantanan menjadi kebetinaan alias menjadi bencong, walaupun didukung oleh keluarga.  Konon, lapangan kerja bagi komunitas bencong di Thailand lebih menjanjikan di bandingkan komunitas biasa. Bahkan, sudah menjadi hal yang sering, kalau  Ratu Bencong lebih cantik dibandingkan Miss World Thailand.  Sekali lagi kami mengucapkan terimakasih atas doa dan dukungan keluarga, dekanat beserta jajarannya, para dosen di jurusan, dan teman-teman seluruh angkatan yang tengah sibuk-sibuknya mempersiapkan acara Musyawarah Mahasiswa (Musma) HMJ Teknik Pertanian,  Kamis, 10 Desember 2015. 































Share on Google Plus

About Himateta Unud

HIMATETA UNUD adalah sebuah organisasi kemahasiswaan dibawah naungan Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana
    Blogger Comment

2 komentar: