Sejarah Teknik Pertanian

Pendirian Fakultas Teknologi Pertanian pada awalnya didahului dengan terbentuknya Program Studi Teknologi Pertanian (PSTP) berdasarkan SK Rektor No. 485/SK/PT.17/R-VII.1983 untuk menyelenggarakan pendidikan S-1. Kemudian berdasarkan hasil kajian kelayakan akademik dan administratif dari pembentukan PS. Teknologi Pertanian yang diusulkan oleh Universitas Udayana, tahun 1984 PSTP mendapat izin pembukaan dan penyelenggaraan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI) melelui SK Dirjen Dikti Depdikbud RI No. 55/DIKTI/Kep/1984. Selanjutnya sejak tahun 1995 dikembangkan konsentrasi ilmu yang dikelola oleh unit organisasi yang disebut dengan bagian. Dengan keberhasilan yang diraih oleh PSTP, dalam perkembangan selanjutnya atas petunjuk dan persetujuan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) dapat didirikan berdasarkan SK. Rektor Universitas Udayana tertanggal 7 Oktober 2004 No. 271.A/J14/PR.01.10/ 2004. Terbentuknya fakultas ini dikuti dengan perubahan Bagian Teknik Pertanian menjadi Jurusan Teknik Pertanian, Bagian Teknologi Hasil Pertanian menjadi Jurusan Teknologi Hasil Pertanian dan Bagian Teknologi Industri Pertanian menjadi Jurusan Teknologi Industri Pertanian.
Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Dirjen Dikti, bagian Teknik Pertanian (TEP) menjadi PS. Teknik Pertanian atas dasar SK Dirjen Dikti No. 3956/D/T/2005 tanggal 28 April 2005. Berdasarkan SK tersebut PS. TEP mendapatkan izin penyelenggaraan pendidikan dan selanjutnya dari hasil evaluasi BAN PT tertanggal 12 Oktober 2008 berdasar SK BAN PT No.027/BAN PT/Ak-XI/S1/X/2008, PS.TEP mendapatkan akreditasi dengan nilai B. Akreditasi ini berlaku sampai dengan tanggal 12 Oktober 2013.
Penyelenggaraan pendidikan di PS. TEP didasarkan pada kurikulum yang disusun berdasarkan kompetensi (KBK) sebagai implementasi Kepmendiknas No : 045/U/2002, turunan dari Kepmendiknas N0 : 232/U/2000. Kurikulum terdiri dari kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK), Mata Kuliah Keahlian (MKK), Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB), Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB), dan Mata Kuliah Berkehidupan Bersama (MBB). Kurikulum yang disusun tersebut juga sesuai dengan paradigma pendiddikan yang dikembangkan UNESCO, empat pillar pendidikan yang mesti dilaksanakan dalam proses pembelajaran meliputi learning to know, learning to do, learning to be dan learning to live together.
Pengembangan PS. TEP selaras dengan pentingnya penerapan teknologi di bidang pertanian dan untuk ikut serta dalam pembangunan bangsa secara aktif. Berbeda dengan Fakultas Pertanian yang memfokuskan pada bidang kajian budidaya hayati untuk menyiapkan hasil pertanian, maka Program Studi Teknik Pertanian Universitas Udayana menitikberatkan pada kajian pengembangan dan penerapan teknologi dengan melibatkan ilmu-ilmu kimia, matematik, fisika, keteknikan dan biologi untuk konservasi tanah, memproduksi hasil pertanian dan mengubahnya menjadi bentuk-bentuk sajian termasuk caracara pengawetannya, yang mempunyai nilai tambah di dalam kualitas, nilai gizi dan daya gunanya serta siap untuk dimanfaatkan sebagai bahan industri, perdagangan dan bahan konsumsi, dengan mengadakan optimasi proses dan manajemen di dalam sistem produksi hayati.
    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar